Kemnaker Hapus Syarat Diskriminatif, apakah masalah telah selesai?

Kemnaker Hapus Syarat Diskriminatif, apakah masalah telah selesai?

Baru-baru ini, Kementerian Ketenagakerjaan menghapus syarat pencari kerja yang diskriminatif di platform SISNAKER. Syarat seperti batas usia maksimal, berpenampilan menarik (good looking), dan status belum menikah, sekarang telah dihapus. Ini merupakan langkah penting yang sudah seharusnya dilakukan sejak lama. Selama bertahun-tahun, banyak warga negara yang secara tidak adil tertolak dalam dunia kerja bukan karena kurangnya […]

Kemnaker Hapus Syarat Diskriminatif, apakah masalah telah selesai? Read More »

Netralisasi Bahasa Hukum dan Identitas Kelas: Mengapa Kita Masih Perlu Menyebut “Buruh”

Perhatikanlah bagaimana hukum Indonesia secara perlahan menyingkirkan istilah “buruh” dari teks-teks resminya. Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, istilah “pekerja” dan “tenaga kerja” kini lebih dominan digunakan. Kesan yang ditampilkan adalah netral, modern, dan administratif. Tapi benarkah bahasa hukum kita sekadar mengikuti perkembangan zaman? Padahal jika ditelusuri secara historis, istilah “buruh” tidak lahir dari ruang hampa. Ia hadir

Netralisasi Bahasa Hukum dan Identitas Kelas: Mengapa Kita Masih Perlu Menyebut “Buruh” Read More »

Reformasi Buruh yang Tertunda: Dari Orde Baru ke Era Omnibus

Reformasi Buruh yang Tertunda: Dari Orde Baru ke Era Omnibus

Buruh dan Reformasi 98 Dua puluh tujuh tahun sejak reformasi 1998, buruh Indonesia masih terus berjuang keluar dari bayang-bayang sistem ekonomi-politik yang menghisap mereka sebagai angka dalam neraca investasi, bukan sebagai manusia utuh dengan hak dan martabat. Ironisnya, saat kita menyebut “reformasi,” banyak buruh justru mengalami deregulasi hak melalui logika pasar bebas dan fleksibilisasi kerja

Reformasi Buruh yang Tertunda: Dari Orde Baru ke Era Omnibus Read More »

Upah Minimum, Risiko Maksimum: Nasib Pekerja Bandara yang Terlupakan

Setiap kali peringatan Hari Buruh Internasional pada tanggal 1 Mei. Kita disuguhi panggung perjuangan yang didominasi oleh buruh pabrik, tenaga kerja sektor informal, dan pekerja digital. Mereka yang menuntut hak-haknya di jalanan sering kali menjadi wajah tunggal dari problematika ketenagakerjaan nasional. Namun, di balik hiruk-pikuk tersebut, terdapat sekelompok pekerja yang nyaris tak pernah terdengar suaranya

Upah Minimum, Risiko Maksimum: Nasib Pekerja Bandara yang Terlupakan Read More »

Disnaker Kota Tangerang persulit pencatatan. Alarm bahaya bagi Kebebasan Berserikat

Pada Senin 21 April 2025, aliansi P2RI (FProgesif-SGBN,FSPBI,FSBKU-KSN) mendatangi Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang. Maksud kedatangan ini adalah untuk mengklarifikasi karena adanya kejanggalan dalam mekanisme pencatatan serikat pekerja. Hal ini dialami oleh Serikat Pekerja Bandara Indonesia (SPBI) PT Airbox Personalia Pimpinan Unit Kerja (PUK) Federasi Serikat Pekerja Bandara Indonesia (FSPBI). Dalam proses pencatatatan serikat pekerjanya mengalami

Disnaker Kota Tangerang persulit pencatatan. Alarm bahaya bagi Kebebasan Berserikat Read More »

Bagaimana aparat keamanan mempersepsikan aksi massa?

Refleksi Aksi Massa 19 Oktober 2024.  Jarum jam menunjukkan pukul 23.15 WIB. Aku lihat kamar adikku sudah tidak ada kehidupan. Entah pukul berapa dia tidur. Yang pasti, ketika tiba, rumah sudah sepi seperti tidak berpenghuni. Tapi memang betul sih rumah yang kutinggali seperti tidak ada penghuninya. Setelah orang tuaku meninggal, hanya aku dan adikku satu-satunya

Bagaimana aparat keamanan mempersepsikan aksi massa? Read More »

UNIT USAHA ANAK PERUSAHAAN GARUDA INDONESIA TIDAK MEMBAYARKAN PESANGON KEPADA 100 BURUHNYA

Tangerang, 13 Februari 2025 Berdasarkan Artikel yang di terbitkan oleh detik.com pada 2 Februari 2025 ‘’Skytrax World Airport Awards 2023-2024 telah merilis 100 bandara terbaik di dunia salah satunya Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Jakarta’’. Namun dibalik pemberitaan media yang memuja kemegahan bandara terdapat serpihan masalah yang menimpah banyak pekerja. Pada bulan April tahun 2020, sekitar 800

UNIT USAHA ANAK PERUSAHAAN GARUDA INDONESIA TIDAK MEMBAYARKAN PESANGON KEPADA 100 BURUHNYA Read More »

PT Majuel Klaten Anti Serikat Buruh, Pencatatan Serikat dibalas PHK Massal

Pers Rilis Serikat Buruh Bersatu Sejahtera (SBBS) Klaten, 26 Januari 2025 Sebagai upaya memperjuangkan hak secara kolektif, pada 17 Januari 2025 pada jam 11.00 WIB, Kami, 21 buruh PT Majuel Klaten, mengajukan pencatatan Serikat Buruh Bersatu Sejahtera (SBBS) kepada Disperinaker Kabupaten Klaten. Setelah pengajuan tersebut, Kami langsung memberitahukannya kepada manajemen PT Majuel Klaten. Namun, alih-alih

PT Majuel Klaten Anti Serikat Buruh, Pencatatan Serikat dibalas PHK Massal Read More »

PHK terhadap Andri adalah upaya pemberangusan serikat yang dilakukan oleh PT Dahlia Tama Cargo

PERNYATAAN SIKAP SERTA TUNTUTAN KEPADA PT DAHLIA TAMA CARGO ATAS PEMBERANGUSAN SERIKAT PEKERJA BANDARA INDONESIA DAHLIA TAMA CARGO SIDOARJO (SPBI DTC SIDOARJO) DAN PEMECATAN KETUA UMUM SERIKAT PEKERJA BANDARA INDONESIA DAHLIA TAMA CARGO SIDOARJO (SPBI DTC SIDOARJO)             Federasi Serikat Pekerja Bandara Indonesia (FSPBI) merupakan organisasi gabungan dari serikat pekerja yang ada di Bandara Indonesia,

PHK terhadap Andri adalah upaya pemberangusan serikat yang dilakukan oleh PT Dahlia Tama Cargo Read More »

Membangun Persatuan Pekerja Bandara Indonesia: Sebuah Kesadaran Tanpa Batas.

Catatan akhir tahun 2024 ini memiliki makna upaya untuk menyatukan atau memperkuat kerja sama antar pekerja bandara di Indonesia. Mengidentifikasikan pentingnya solidaritas atau ikatan yang lebih kuat antar pekerja bandara. Demi mencapai tujuan bersama dalam memperjuangkan hak-hak pekerja bandara di Indonesia. Sebuah kesadaran tanpa batas, menggambarkan pemahaman atau kesadaran yang sangat luas dan tidak terbatas

Membangun Persatuan Pekerja Bandara Indonesia: Sebuah Kesadaran Tanpa Batas. Read More »