Literasi

Krisis Regenerasi dan Paradoks Gerakan Buruh, Saat Serikat Pekerja Kehilangan Arah Kolektifnya

Serikat pekerja lahir dari rahim perjuangan panjang, dari sejarah ketidakadilan dan keinginan luhur untuk menciptakan ruang kerja yang layak, adil, dan manusiawi. Serikat Pekerja bukan sekadar organisasi, melainkan representasi dari harapan-harapan pekerja untuk memperoleh keadilan di tempat kerja. Salah satu alat untuk menegakkan martabat pekerja di tengah sistem yang seringkali merugikan kelas pekerja. Serikat pekerja […]

Krisis Regenerasi dan Paradoks Gerakan Buruh, Saat Serikat Pekerja Kehilangan Arah Kolektifnya Read More »

Dilema pekerja AVSEC: Tuntutan menjaga keamanan penerbangan tanpa kepastian kerja yang jelas.

Di setiap bandara Indonesia, dari Kualanamu hingga Cengkareng, dari Surabaya hingga Semarang, kita mengenal sosok petugas berseragam biru tua yang selalu berdiri tegap di titik-titik pemeriksaan keamanan. Mereka memeriksa barang bawaan, mengawasi pergerakan penumpang, menegur dengan sopan namun tegas setiap pelanggaran prosedur. Merekalah Aviation Security (Avsec). Garda terdepan dalam menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di

Dilema pekerja AVSEC: Tuntutan menjaga keamanan penerbangan tanpa kepastian kerja yang jelas. Read More »

Melangkah Bersama Perempuan, Melawan Kekerasan dan Pelecehan Seksual

Pagi itu, di sebuah hotel daerah Serpong, mulailah berdatangan perempuan-perempuan yang hebat. Mereka adalah perempuan-perempuan buruh bandara baik yang bekerja di bandara Soekarno-hatta Tangerang, bandara Kualanamu Medan dan bandara Jendral Ahmad Yani Semarang.  Mereka datang karena ingin menghadiri undangan Workshop Perempuan, yang diselenggarakan oleh Federasi Serikat Pekerja Bandara Indonesia (FSPBI) dan International Transport Workers’ Federation

Melangkah Bersama Perempuan, Melawan Kekerasan dan Pelecehan Seksual Read More »

Memperkenalkan perburuhan dalam dunia pendidikan

Di sabtu sore tanggal 4 Oktober 2025 , dengan cuaca yang begitu terik di terminal kedatangan 2E Bandara Soekarno-Hatta. Aku menemui kawan-kawan yang baru mendarat dari Jambi dan menjejakkan kakinya di Tangerang. Tujuanku adalah menjemput mereka kawan-kawan dari Federasi Serikat Buruh Kerakyatan atau biasa disebut Federasi SERBUK. Mereka datang jauh-jauh untuk singgah di Tangerang. Bukan

Memperkenalkan perburuhan dalam dunia pendidikan Read More »

Kuliah 2 SKS Haris Azhar Untuk FICMA: Perkara Asbes, Bakso dan Mie Ayam

Berbeda dari sesi persidangan sebelumnya, pada Senin (15/9/2025) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tampak cukup ramai. Khususnya, pada ruang persidangan Seno Adji 1 di lantai 3.  Berbagai elemen masyarakat turut hadir untuk mendukung Ajat Sudrajat, Dhiccy Sadewa dan Leo Yoga Pranata atas gugatan yang dilayangkan Fiber Cement Manufacturers Association (FICMA) dalam perkara dugaan Perbuatan Melawan Hukum

Kuliah 2 SKS Haris Azhar Untuk FICMA: Perkara Asbes, Bakso dan Mie Ayam Read More »

AKSI KAMIS KE-863: SUARA DARI INDONESIA DAN SOLIDARITAS UNTUK SUNTRACS!

Kamis, 5 Juni 2025- Sedikitnya 150 orang berkumpul di seberang Istana Kepresidenan di Jakarta untuk melakukan Aksi Kamisan ke-863, sebuah aksi mingguan yang menuntut keadilan atas pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Pada orasinya, Khamid Istakhori (mewakili BWI Asia Pasifik) menyoroti pentingnya solidaritas antara gerakan di Jakarta dan SUNTRACS di Panama. Khamid menjelaskan bahwa SUNTRACS,

AKSI KAMIS KE-863: SUARA DARI INDONESIA DAN SOLIDARITAS UNTUK SUNTRACS! Read More »

Kemnaker Hapus Syarat Diskriminatif, apakah masalah telah selesai?

Kemnaker Hapus Syarat Diskriminatif, apakah masalah telah selesai?

Baru-baru ini, Kementerian Ketenagakerjaan menghapus syarat pencari kerja yang diskriminatif di platform SISNAKER. Syarat seperti batas usia maksimal, berpenampilan menarik (good looking), dan status belum menikah, sekarang telah dihapus. Ini merupakan langkah penting yang sudah seharusnya dilakukan sejak lama. Selama bertahun-tahun, banyak warga negara yang secara tidak adil tertolak dalam dunia kerja bukan karena kurangnya

Kemnaker Hapus Syarat Diskriminatif, apakah masalah telah selesai? Read More »

Netralisasi Bahasa Hukum dan Identitas Kelas: Mengapa Kita Masih Perlu Menyebut “Buruh”

Perhatikanlah bagaimana hukum Indonesia secara perlahan menyingkirkan istilah “buruh” dari teks-teks resminya. Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, istilah “pekerja” dan “tenaga kerja” kini lebih dominan digunakan. Kesan yang ditampilkan adalah netral, modern, dan administratif. Tapi benarkah bahasa hukum kita sekadar mengikuti perkembangan zaman? Padahal jika ditelusuri secara historis, istilah “buruh” tidak lahir dari ruang hampa. Ia hadir

Netralisasi Bahasa Hukum dan Identitas Kelas: Mengapa Kita Masih Perlu Menyebut “Buruh” Read More »

Reformasi Buruh yang Tertunda: Dari Orde Baru ke Era Omnibus

Reformasi Buruh yang Tertunda: Dari Orde Baru ke Era Omnibus

Buruh dan Reformasi 98 Dua puluh tujuh tahun sejak reformasi 1998, buruh Indonesia masih terus berjuang keluar dari bayang-bayang sistem ekonomi-politik yang menghisap mereka sebagai angka dalam neraca investasi, bukan sebagai manusia utuh dengan hak dan martabat. Ironisnya, saat kita menyebut “reformasi,” banyak buruh justru mengalami deregulasi hak melalui logika pasar bebas dan fleksibilisasi kerja

Reformasi Buruh yang Tertunda: Dari Orde Baru ke Era Omnibus Read More »

Upah Minimum, Risiko Maksimum: Nasib Pekerja Bandara yang Terlupakan

Setiap kali peringatan Hari Buruh Internasional pada tanggal 1 Mei. Kita disuguhi panggung perjuangan yang didominasi oleh buruh pabrik, tenaga kerja sektor informal, dan pekerja digital. Mereka yang menuntut hak-haknya di jalanan sering kali menjadi wajah tunggal dari problematika ketenagakerjaan nasional. Namun, di balik hiruk-pikuk tersebut, terdapat sekelompok pekerja yang nyaris tak pernah terdengar suaranya

Upah Minimum, Risiko Maksimum: Nasib Pekerja Bandara yang Terlupakan Read More »