Literasi

Kenapa Harus Kami?

Berbicara hakikat hukum di Indonesia, maka satu hal yang tidak bisa disangkal adalah bahwa hukum bersifat mengikat dan memaksa. Ia tidak lahir sebagai hiasan dalam lembaran negara, melainkan sebagai kewajiban yang harus dipatuhi oleh siapapun tanpa kecuali demi terciptanya ketertiban dan kepastian hukum. Namun, bayangkan ironi yang kami alami hari ini: Pada ruang-ruang bandara yang […]

Kenapa Harus Kami? Read More »

Delay itu Hak Kamu: Catatan Buku “Pesawat Anda Delay”

Saya membaca buku berjudul Pesawat Anda Delay, dalam penerbangan dari Denpasar ke Yogyakarta pada 2 Februari 2025. Dua hari sebelum penerbangan itu, kami mengadakan pertemuan konsolidasi bersama YLBHI-LBH Bali. Angga Saputra, Sekretaris Jenderal FSPBI memberikan buku itu setelah diskusi dengan beberapa serikat pekerja di Denpasar selesai. Saya pikir ini buku kalem. Sampulnya berwarna hijau muda,

Delay itu Hak Kamu: Catatan Buku “Pesawat Anda Delay” Read More »

Bandara Adalah Objek Vital Negara, Tapi Pekerjanya Tidak Diperlakukan Sebagaimana Mestinya

Bandara bukan sekedar tempat datang dan perginya pesawat dan penumpang. Bandara adalah objek vital negara. Hal ini ditegaskan secara hukum melalui Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 dan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 15 Tahun 2017, yang menyatakan bahwa bandara merupakan objek yang dilindungi negara dan harus dijauhkan dari segala bentuk gangguan, ancaman, dan risiko

Bandara Adalah Objek Vital Negara, Tapi Pekerjanya Tidak Diperlakukan Sebagaimana Mestinya Read More »

Upah Sektoral Bandara dan Realita Buruh yang Diabaikan

                         “Buruh bandara memberikan seluruh tenaga kerjanya kepada pengusaha dan penguasa, namun imbalan yang diterimanya hanya cukup untuk bertahan hidup. Sementara hasil kerja buruh bandara yang sebenarnya adalah nilai tambah yang diciptakannya. Sialnya, nilai itu pergi begitu saja kepada pengusaha, sehingga penghitungan kekayaan justru berada di tangan mereka yang hanya ongkang-ongkang kaki sambil terus memperbudak para

Upah Sektoral Bandara dan Realita Buruh yang Diabaikan Read More »

UMSP Tanpa Buruh Bandara, Negara hanya Hadir untuk Industri, tapi Absen bagi Pekerja

Penetapan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) Banten Tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur Banten Nomor 702 Tahun 2025 kembali membuka borok lama kebijakan pengupahan di Indonesia, negara rajin memberi karpet merah bagi industri, tetapi abai terhadap buruh yang menggerakkan industri itu sendiri. Berdasarkan dokumen resmi yang telah dipublikasikan, belum ada indikasi yang jelas bahwa sektor bandara

UMSP Tanpa Buruh Bandara, Negara hanya Hadir untuk Industri, tapi Absen bagi Pekerja Read More »

Pemulihan apa yang dibicarakan industri, jika Kondisi mereka yang menghidupkan bandara justru semakin terpuruk?

Pemulihan apa yang dibicarakan industri, jika Kondisi mereka yang menghidupkan bandara justru semakin terpuruk?

Industri pulih, tetapi luka para pekerja bandara? Tidak. Ada pekerja yang sudah 10 tahun bekerja namun masih berstatus kontrak. Lalu, ada juga yang tidak pernah merasakan kenaikan upah, beberapa harus pulang subuh, untuk sekedar mengistirahatkan badan sebelum masuk kembali di sore hari. Ada yang setiap malam menunggu dikirimi jadwal kerja seperti menunggu nasib. Ada yang

Pemulihan apa yang dibicarakan industri, jika Kondisi mereka yang menghidupkan bandara justru semakin terpuruk? Read More »

Akhir Tahun Tanpa Keadilan: Negara Absen dalam Melindungi Buruh Bandara

Pergantian tahun 2025 menuju 2026 kembali menjadi penanda waktu yang ironis bagi buruh bandara Indonesia. Negara merayakan pertumbuhan ekonomi, industri penerbangan memamerkan grafik pemulihan pasca-pandemi, dan bandara disebut sebagai wajah kemajuan nasional. Namun dibalik narasi besar itu, buruh bandara tetap dibiarkan hidup dalam ketidakpastian dan ketimpangan struktural. Bandara bukan sekadar ruang kerja biasa. Ia adalah

Akhir Tahun Tanpa Keadilan: Negara Absen dalam Melindungi Buruh Bandara Read More »

Dampak Pandemi berangsur membaik, tetapi tidak dengan Kondisi Pekerjanya!

Di balik gemerlap lampu terminal bandara yang seolah merayakan kembalinya dunia pasca-pandemi, terdapat sebuah kisah yang jauh dari sorotan publik. Kisah para pekerja bandara yang selama ini menjadi tulang punggung industri penerbangan, namun justru terus terpinggirkan dari hak-haknya sendiri. Ketika Covid-19 perlahan mereda dan industri penerbangan kembali tumbuh, mereka tidak merasakan pemulihan yang sama. Berakhirnya

Dampak Pandemi berangsur membaik, tetapi tidak dengan Kondisi Pekerjanya! Read More »

Krisis Regenerasi dan Paradoks Gerakan Buruh, Saat Serikat Pekerja Kehilangan Arah Kolektifnya

Serikat pekerja lahir dari rahim perjuangan panjang, dari sejarah ketidakadilan dan keinginan luhur untuk menciptakan ruang kerja yang layak, adil, dan manusiawi. Serikat Pekerja bukan sekadar organisasi, melainkan representasi dari harapan-harapan pekerja untuk memperoleh keadilan di tempat kerja. Salah satu alat untuk menegakkan martabat pekerja di tengah sistem yang seringkali merugikan kelas pekerja. Serikat pekerja

Krisis Regenerasi dan Paradoks Gerakan Buruh, Saat Serikat Pekerja Kehilangan Arah Kolektifnya Read More »

Dilema pekerja AVSEC: Tuntutan menjaga keamanan penerbangan tanpa kepastian kerja yang jelas.

Di setiap bandara Indonesia, dari Kualanamu hingga Cengkareng, dari Surabaya hingga Semarang, kita mengenal sosok petugas berseragam biru tua yang selalu berdiri tegap di titik-titik pemeriksaan keamanan. Mereka memeriksa barang bawaan, mengawasi pergerakan penumpang, menegur dengan sopan namun tegas setiap pelanggaran prosedur. Merekalah Aviation Security (Avsec). Garda terdepan dalam menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di

Dilema pekerja AVSEC: Tuntutan menjaga keamanan penerbangan tanpa kepastian kerja yang jelas. Read More »