Laporan Hasil Riset: Pesawat Anda Delay

Penelitian ini menggunakan pendekatan riset aksi partisipatif dengan menggabungkan metode wawancara terstruktur, observasi etnografis, diskusi terfokus dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dari Februari-Juni 2025. Meskipun dari segi statistik jumlah partisipan tidak ideal, tapi dengan metode yang ketat, penelitian pendahuluan ini dapat mengeksplorasi situasi umum mengenai kondisi kerja, pengupahan, jam kerja, kebebasan berserikat dan kekerasan berbasis gender di industri kebandarudaraan.

Penelitian ini dilakukan di Bandara Soetta (Soekarno Hatta), salah satu bandara terluas di Indonesia dan tersibuk nomor dua di Asia. Sepuluh tahun terakhir, Bandara Soetta terus ‘didandani’ demi menarik investasi baru, melancarkan sirkulasi dan penciptaan kapital baru. Bandara Soetta dengan kode IATA (International Air Transport Association), CGK, yang berarti Cengkareng dengan luas lahan 2.137 hektare atau 21,37 kilometer persegi dengan tiga terminal (1, 2 dan 3), melayani penerbangan domestik dan internasional. Sejak 2004, Bandara Internasional Soetta ditetapkan sebagai salah satu Obvitnas (Objek Vital Nasional). Kemudian, pada 2016, ditetapkan sebagai bagian dari PSN (Proyek Strategis Nasional). Bandara Soetta dikelola oleh perusahaan negara AP (Angkasa Pura) II. Ratusan maskapai penerbangan beroperasi. Di Terminal 3 saja terdapat 28 maskapai internasional dan 3 maskapai domestik. Pada 2025, Skytrax World Airport Awards 2023-2024 menyebutkan bahwa Bandara Soetta merupakan satu dari 100 bandara terbaik di dunia.

Selamat Membaca!
Pekerja Bandara Bersatulah!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *