
Kepada Kawan-kawan di Korean Public Service and Transport Workers’ Union (KPTU-TruckSol),
Kami, pengurus dan seluruh anggota Federasi Serikat Pekerja Bandara Indonesia (FSPBI), merasa sangat terpukul dan marah mendengar kabar meninggalnya seorang rekan pejuang dari KPTU-TruckSol saat menjalankan aksi mogok kerja yang sah.
Kejadian ini bukan hanya serangan terhadap buruh di Korea Selatan, tetapi merupakan serangan terhadap martabat kelas pekerja di seluruh dunia.
Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan seluruh Kawan-kawan di KPTU. Kami berdiri bersama kalian dalam masa berkabung yang sulit ini.
FSPBI mengecam keras segala bentuk represi dan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa pekerja saat mereka sedang memperjuangkan hak-hak dasar dan kondisi kerja yang aman. Hak untuk mogok adalah hak asasi manusia yang harus dilindungi, bukan dibayar dengan nyawa.
Kami mendukung penuh tuntutan KPTU agar otoritas terkait melakukan investigasi yang jujur, transparan, dan menyeret pihak-pihak yang bertanggung jawab ke hadapan hukum. Keadilan harus ditegakkan agar tragedi serupa tidak terulang.
Sebagai sesama pekerja di sektor transportasi, kami memahami bahwa rantai pasok global bergerak di atas keringat kita. Jika satu titik tersakiti, seluruh jaringan merasakan sakitnya. Perjuangan kalian untuk sistem Safe Rates dan perlindungan buruh adalah perjuangan kami juga.
Kawan-kawan di Korea Selatan, janganlah merasa sendirian. Dari bandara-bandara di Indonesia, kami mengirimkan energi dan solidaritas yang tak tergoyahkan. Semangat kawan kita yang gugur akan menjadi bahan bakar yang membakar api perlawanan kami terhadap ketidakadilan.
Hidup Buruh yang Melawan!

